Senin, 01 Juli 2013

My Fair Lady

Mungkin sudah sekian lama sejak saya membaca novel dan menonton serial Jane Eyre dan sejak itu menjadi obsesif untuk kembali belajar bahasa Inggris. Kali ini saya kembali ingin menonton film lawas dan pilihanku adalah film musikal My Fair Lady yang bintangi oleh sang legendaris aktris Audrey Hepburn.



Saya agak bingung bagaimana menterjemahkan My Fair Lady, mungkinkah Wanitaku Yang Anggun lebih tepat?

Ada rasa kagum sekaligus takjub ketika menonton film ini, karena saya membandingkan tahun 1964 dengan dengan teknologi dan kualitas cerita di tahun 2013. Di masa itu untuk menjadi bintang film tidak hanya bermodalkan wajah tampan atau cantik saja, tetapi juga harus pintar bernyanyi dan berakting.

Sambil menonton film itu pertanyaan yang sudah lama muncul tentang apa yang membuat Audrey Hepburn menjadi legendaris, bahkan disebut sebagai ikon fashion meski setelah sekian lama ia meninggal akhirnya terjawab. Karena postur tubuh dan raut wajah yang merupakan anugrah genetik, dan totalitas ketika bekerja.

Saya tidak ambil pusing berita simpang siur yang menyatakan beliau sering terlibat cinta lokasi di tempat syuting. Wanita di jaman sekarang harus bersyukur karena Audrey Hepburn adalah pelopor gaya berbusana yang simpel dan anggun dengan memadukan leggings dengan blus dan sweater, dan gayanya masih ditiru hingga kini.

Sambil menonton secara samar-samar saya teringat pernah menonton film ini ketika masih sangat kecil. Saya masih teringat ketika Eliza Doolittle yang diperankan Audrey Hepburn meluapkan perasaan marah terhadapProfessor Higgins dengan bernyanyi.

Sambil bernyanyi Eliza dengan sengaja melakukan kesalahan tidak membunyikan huruf "H" pada kata yang berawalan huruf "H". Misalnya Professor Higgins disebut "iggins", Head disebut "ed". Lucu sekali :D

Ada lagi adegan lucu ketika Eliza berada di pacuan kuda yang dihadiri para bangsawan dan orang-orang terhormat, Eliza dengan polosnya menyoraki kuda, "Come On, come on Dover, move yer bloomin' arse (Ayo, ayo Dover goyangkan pantat besarmu)!!!! Saya benar-benar tidak kuat menahan tawa di adegan ini :D

Pada akhirnya saya setuju dengan pendapat Professor Higgins yang mengatakan kemampuan berbahasa menjadi pemisah kelas sosial dalam masyarakat. Hal itu masih terjadi hingga kini dan sering kita lihat di mana-mana. Dan pribahasa yang mengatakan "Burung sejenis makan bersama" memang benar adanya.

Jika ingin bergaul dan menjadi orang berpendidikan, maka belajarlah berbicara dengan tata bahasa seperti orang berpendidikan pada umumnya. Mari sama-sama kita mengoreksi diri; Sudahkah kita berbahasa Indonesia dengan benar? Saya mengutip dialog Professor Higgins yang mengatakan "Why English people can't speak proper English?"

Saya salut pada penampilan Rex Harrison sebagai Professor Henry Higgins, memang pantas dianugrahi penghargaan Oscar sebagai Best Actor in a Leading Role, dan tentu saja Audrey Hepburn dengan keanggunan dan kecantikannya. Saya kagum dengan kostum yang dikenakan pada adegan pesta dansa di kedutaan.

My_Fair_lady_1964_Audrey_Hepburn_On_Embassy_Ball_scene
Wow gaunnya bagus sekali!!!
Bahkan ada beberapa aksesoris yang dikenakannya dan cukup menggelitik untuk menjadi inspirasi next project :D

I love... love... this movie. Mungkin saya harus lebih sering menonton film tua, ada banyak ide dan pelajaran yang bisa kita ambil.

Sumber/Sources:
IMDB
Wikipedia
Wikipedia
Script-O-Rama