Minggu, 20 Januari 2013

Darurat Banjir di Jakarta

Saat ini ibukota Jakarta sedang dilanda banjir besar. Melalui berita di TV memperlihatkan pemandangan dari atas kota Jakarta yang tertutup air kecoklatan. Bahkan wilayah bundaran HI dan istana Merdeka yang merupakan salah satu ikon kota Jakarta tidak luput dari bencana ini.

banjir_di_bundaran_HI
Banjir di bundaran HI
Presiden_SBY_banjir_di_istana_Kepresidenan
Presiden SBY berada di istana Kepresidenan yang  tidak luput dari banjir

Banjir_di_istana_Merdeka
Suasana di depan istana Merdeka
Momen ini membuat saya sadar tentang betapa rapuhnya kehidupan manusia. Meskipun kaya raya, tinggal di rumah mewah, tetapi tidak bisa bertahan hidup tanpa bantuan relawan yang berkeliling dengan membawa nasi bungkus. Apa artinya mobil mewah berharga milyaran, ketika banjir harus ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini? Perlu waktu yang cukup lama bagiku untuk mengambil kesimpulan. Saya sibuk berpikir tentang kemungkinan kota Luwuk mengalami hal yang sama, apakah juga akan mendapat perhatian yang besar dari media massa?

Saya mendengar beberapa orang dengan serius berdebat tentang kemungkinan Luwuk mengalami banjir besar seperti di Jakarta. Menurut mereka tidak mungkin karena kota Luwuk sangat dekat dengan laut. Yang bisa menyebabkan banjir di kota Luwuk adalah drainase yang buruk akibat membuang sampah sembarangan.

Yup saya sangat setuju tentang hal itu. Sampah. Ya dari semua faktor penyebab terjadinya banjir besar pada tahun ini (sejak 16/1), penyebab utamanya adalah sampah. Mengapa harus menunggu banjir datang untuk membuat kita sadar. Bahwa banyak hal yang harus dilakukan dan dibenahi untuk mengatasi banjir, sudah sering kita dengar dari tahun ke tahun. Tetapi nampaknya kurang berhasil, karena tidak adanya sinkronisasi antara pemerintah dan rakyatnya.

Jangan cuma mengkambinghitamkan daratan Jakarta yang lebih rendah dari permukaan laut, atau karena tidak ada atau kurangnya daerah resapan air akibat pembangunan yang berlebihan.

Saya sangat mengharapkan gubernur Jakarta Bapak Joko Widodo sukses dengan programnya untuk mengatasi dan mencegah banjir. Terutama mengatasi masalah sampah yang sudah bertahun-tahun tidak kunjung memperlihatan hasil. Dengan begitu kepala daerah di seluruh Indonesia mengikuti teladan beliau mengatasi masalah yang sama di wilayah masing-masing.

Kami di kota Luwuk juga tidak lebih nyaman karena seperti di beberapa tempat lain di Indonesia turut mengalami kondisi cuaca yang tidak menentu. Sehingga menyebabkan banyak orang, baik dewasa maupun anak-anak terserang ISPA.

Untuk saat ini saya hanya bisa mendoakan semoga banjir Jakarta segera surut dan orang-orang bisa hidup normal kembali. Dan tidak lupa saya mengucapkan syukur karena meski dengan makanan sederhana di hari Minggu ini, tetapi setidaknya kami masih tinggal dengan nyaman di rumah ini.

Terimakasih Tuhan untuk makanan yang sederhana dan rumah yang nyaman
Sumber:
Jakarta Tribunnews
Detik News
MetroTV News
Viva News