Rabu, 12 September 2012

PON Ke-18 Yang Menyedihkan

Saya sedang off beading kemarin  malam karena sedang asyik menyimak acara pembukaan PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-18 yang berlangsung di Riau. Event olah raga terbesar se-Indonesia  yang berlangsung dari tanggal 9-20 September 2012 resmi dibuka yang dihadiri oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu, Menpora, Gubernur Riau, dan beberapa pejabat lainnya.

Pertunjukan_laser_Pembukaan_PON_18_Riau_Indonesia
Pembukaan PON Ke-18 yang meriah dengan pertunjukan Laser
Kesan menyedihkan yang saya dapatkan dari event nasional yang seharusnya megah dan akbar. Terutama karena banyaknya pemberitaan miring seputar dugaan korupsi yang menyebabkan arena PON hingga wisma atlet tidak siap digunakan pada waktunya..

Saya berpikir apakah para koruptor sudah tidak punya malu, dan  tidak belajar dari SEA GAMES tahun lalu yang disorot habis-habisan oleh media karena penuh kontroversi. Dan masih punya nyali para pejabat tampil dan berbicara di media  bahwa semua (hellooo... yang benar aja) arena PON di Riau siap digunakan. Seolah mata kami sudah buta, atau rakyat Indonesia masih dianggap anak kecil yang mudah dibohongi. Kasihan deh.....

Meski begitu event PON ke-18 tidak bisa dibatalkan, dan harus tetap berjalan meski dengan keterbatasan yang ada. Padahal jika dipikir kalau dulu Indonesia sukses menyelenggarakan SEA GAMES yang berskala Internasional, seharusnya menyelenggarakan PON yang berskala nasional harus lebih mantap lagi, meski sama-sama beraroma kuat korupsi.

Apalah mau dikata Indonesia tetap tanah tumpah darahku, tetap dicinta meski pelan-pelan hancur karena digerogoti (para koruptor) dari dalam. Saya merasa hopeless karena jika saya adalah Presiden atau menteri akan sangat malu dan merasa gagal dalam mengemban amanat rakyat Indonesia.

Tidak ada lagi yang bisa dikatakan saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang dan tidak bisa berbuat banyak. Yang bisa saya lakukan adalah menambahkan doa setiap hari khusus untuk Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Dan dijauhkan dari para pejabat dari tingkat daerah hingga pusat yang KORUP.

Sumber:
Vivanews 
Republika