Rabu, 08 Agustus 2012

Mimpi Indah Mobil Listrik

electric_bus
Bus bertenaga listrik
Saya turut gembira ketika mendengar dari berita di TV bahwa Indonesia akan memproduksi mobil listrik. Tampaknya masa depan negara Indonesia cukup cerah, karena sudah memiliki alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak (BBM) yang kian mahal dan langka.

Meski juga diberitakan bahwa masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki pada battere, yang kata Pak Dahlan Iskan sering low batt , namun tidak menurunkan rasa optimis di hatiku, bahwa suatu hari dengan adanya mobil listrik kita tidak perlu risau tentang kenaikan harga BBM, atau antri berjam-jam di SPBU karena suplai yang tersendat.

Meski berusaha tetap optimis, pikiran kritis tentang mobil listrik tetap timbul. Misalnya saya bertanya-tanya dalam hati berapa lamakah mobil ini bisa dipakai setiap kali habis dicharge? Dan apakah setiap SPBU atau SPLU tersedia di mana-mana untuk melayani recharge? Karena hingga sekarang hampir 67 tahun Indonesia merdeka (tinggal beberapa hari lagi) warga di pedesaan atau di pedalaman membeli BBM dalam jerigen, yang diperoleh dari kota terdekat.

Dahlan_Iskan_sedang_recharge_mobil_listrik
Pak Dahlan Iskan sedang recharge mobil listrik
Dahlan_Iskan_test_drive_mobil_listrik
Menteri BUMN Dahlan Iskan sedang melakukan test drive mobil listrik
Ini berarti Pertamina maupun PLN belum membuka semua akses untuk mendistrbusikan BBM dan listrik hingga ke daerah pedalaman. Saya bisa mengerti mengapa masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dalam keterbelakangan.

Lalu bagaimana jika mobil listrik ini perlu recharge pada lokasi seperti yang saya sebutkan tadi? Bisa-bisa mobil ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya, menjadi besi tua di tengah hutan.

Pikiran kritisku tidak berhenti sampai sini. Saya terpikirkan dari mana sumber pembangkit listrik untuk setiap SPBU / SPLU yang melayani recharge nantinya? Kalau sumber pembangkit listriknya menggunakan diesel, berarti sama saja bo'ong, karena bahan bakar mesin diesel adalah solar, itu sama saja dengan bahan bakar minyak. Dan itu artinya kita masih menggunakan BBM untuk menghasilkan listrik. No... no... no... no more fossil fuel. This has to be changed!!!

Solar_powered_electric_car
Alangkah baiknya mobil listrik dilengkapi panel surya sebagai bahan bakar cadangan.

solar_powered_car_with_solar_panel
Mobil Listrik yang dilengkapi dengan panel surya
Saya sengaja mengambil contoh diesel karena kota Luwuk mempunyai PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel).

Alangkah baiknya apabila terpikirkan juga solusi yang benar-benar komprehensif ketika menangani project mobil listrik. Misalnya mengembangkan alternatif lain pembangkit listrik menggunakan tenaga  surya, angin, air (air terjun / aliran air sungai), ombak, gas alam, panas bumi, dll. Tapi saya lebih cenderung pada tenaga surya, air dan angin.

Atau mobil listrik juga dilengkapi dengan panel surya sebagai cadangan energi, kalau seandainya mengalami low batt di daerah terpencil.

Saya turut mendoakan keberhasilan project mobil listrik ini. Sehingga saya bisa tenang ketika recharge mobil listrikku di SPBU / SPLU nantinya, karena sumber pembangkitnya menggunakan sumber yang terbarukan, dan benar-benar bebas dari BBM!

Sumber: