Jumat, 17 Agustus 2012

Dirgahayu Indonesia ke-67

Saya prihatin dengan pemberitaan di televisi ketika ada warga yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia tidak lagi menghargai hari Kemerdekaan yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus.

Jika dibandingkan dengan warga negara Amerika Serikat, hari Kemerdekaan mereka yang diperingati setiap tanggal 4 Juli selalu meriah. Dari jauh hari nuansa itu sudah terasa sebelum memasuki bulan Juli,  dengan maraknya hiasan warna biru dan merah; warna yang ada pada bendera negara Amerika Serikat. 

Bandingkan di negara kita sepertinya adem ayem saja. Bahkan terkesan lupa dengan "hari besar" nasional ini. Wow kok begitu ya????

Anak perempuanku yang kelas 5 SD malahan sangat antusias, ikut acara yang diadakan sekolahnya. Bahkan sempat membuat boneka dari plastisin yang sedang memegang bendera merah putih. Meski bentuknya sederhana, tapi dia bangga dengan hasil karyanya. 

Saya menawarkan diri untuk memfoto hasil karyanya sebagai kenang-kenangan, sebelum adonan plastisin itu dibongkar. Maklum karena anak perempuanku getol bereksplorasi dengan plastisin, tidak mau kalah dengan mamanya yang hobi beading.

Boneka_plastisin_memegang_bendera_merah_putih
Inilah cara anakku merayakan hari Kemerdekaan
Jika saya ditanya apa arti kemerdekaan bagi diriku; jawabanku sangat sederhana dan jauh dari retorika yang ada di buku pelajaran sejarah. Yaitu ketika banyak orang yang rela mengorbankan jiwanya, 'repot' memikirkan nasib bangsa ketika masih dijajah bangsa asing, sehingga kami yang generasi saat ini dan generasi mendatang bisa hidup dalam suasana aman dan nyaman, dan menjadi bangsa yang berdaulat dan bebas menentukan nasib sendiri (Ingat pelajaran sejarah tentang kerja Rodi di jaman penjajahan Belanda, dan Romusha di jaman penjajahan Jepang???).

Banyak film Hollywood dan film buatan nasional yang bisa menjadi referensi untuk memberi gambaran tentang seperti apa suasana perang yang mencekam, dan bagaimana orang-orang hidup dalam kondisi seperti itu. Contoh film Hollywood yang bagus adalah Pearl Harbour, Sound Of Music, The Boy In The Striped Pajamas.

Mengenai Pearl Harbour menurut saya banyak dibumbui kisah romance yang berlebihan. Sedangkan film Sound Of Music cocok untuk menjadi tontonan bersama keluarga karena ceritanya yang ringan, sekaligus memperlihatkan suasana ketika Nazi berkuasa. Sedangkan The Boy In The Striped Pajamas ceritanya sangat 'seram' ketika seorang anak tentara Nazi secara tidak sengaja ikut menjadi korban holocaust yang ditujukan bagi bangsa Yahudi.

Untuk film Indonesia yang bagus adalah Merah Putih yang sudah dikenal hingga ke luar negeri. Dan film perang Indonesia yang sudah 'tua' antara lain yaitu Naga Bonar, dan Tjoet Nyak Dhien.

Mudah-mudahan setelah menonton film dan membaca buku sejarah membuat kita semakin menghargai kemerdekaan negara kita yang tahun ini sudah berusia 67 tahun. Dan semoga hari kemerdekaan negara kita akan tetap dihargai oleh generasi mendatang, tapi tentunya teladan itu harus dimulai dari generasi sekarang.

Dirgahayu Indonesiaku.