Sabtu, 14 Juli 2012

Inspirasi Kick Andy-Amilia Agustin

Hari Minggu (9/7) yang lalu Kick Andy show menayangkan para pemenang Satu Indonesia Award. Saya bisa melihat bahwa para pemenang award telah melakukan sesuatu yang luar biasa di lingkungan mereka.

Di antaranya adalah seorang siswi dari SMAN 11 Bndung bernama Amilia Agustin yang bergelar "Ratu Sampah". Saya sangat salut bahwa seorang anak perempuan yang masih belia, telah sangat fasih berbicara tentang menyelamatkan lingkungan, khususnya mengolah sampah.

Amilia_Agustin_Dari_Sampah_Menjadi_Berkah
Amilia Agustin memberi penyuluhan tentang sampah
Saya sangat suka kutipan (Quotes) dari Amilia Agustine yang berbunyi: "Jika Anda (Kita) Bukan Orang Sembarangan, Maka Jangan Buang Sampah Sembarangan". Kutipan ini sangat mengena di hatiku. Gimana tidak, masalah yang kami alami khususnya di kota Luwuk akibat sembarangan buang sampah.

Setiap kali hujan saya selalu was-was, takut banjir seperti yang kami alami belum lama ini. Rasa trauma ini belum hilang. Belum lagi kerugian karena barang-barang jualan ada sebagian yang basah dan tidak bisa diselamatkan.

Setiap kali saya berjalan kaki terasa tidak nyaman karena jalanan meskipun beraspal tetap saja becek, karena air selokan meluap membawa serta semua sampah naik ke jalan. Dalam hati sering sedih melihat kondisi seperti ini.

Siapa yang seharusnya bertanggung jawab untuk urusan kebersihan kota, dan mengolah sampah warga? Pasti jawaban yang terlintas adalah PEMERINTAH. Sedangkan orang-orang di pemerintahan pun tidak terima ditunjuk begitu saja sebagai penanggung jawab tunggal.

Karena semua orang sibuk saling tuding akhirnya masalah tidak pernah terselesaikan. Kota Luwuk tetap saja kotor, bahkan di pusat kota sekalipun. Dan ketika hujan tiba akan menjadi momok rutin bagi masyarakat.

Alangkah indahnya seandainya setiap warga memiliki kesadaran seperti Amilia Agustin. Mungkin dimulai dari seorang ibu yang mengajarkan anak-anaknya kebiasaan membuang sampah di tempat yang seharusnya. Kemudian ditingkatkan lagi memilah-milah sampah untuk meringankan tugas para "Pasukan Kuning".

Sudah seharusnya pemerintah kota berupaya mencari solusi yang efektif untuk mengatasi masalah sampah, sekaligus mengedukasi warga untuk memelihara kebersihan lingkungan. Saya sangat salut pada Amilia, seandainya saya memiliki sedikit nyali untuk mengambil tindakan, daripada cuma berkeluh kesah di blog ini.

Oh Tuhan saya mohon supaya segenap pemerintah kota dan warga kota Luwuk diberi kebijaksanaan, supaya dengan sadar mulai memelihara dan menjaga kebersihan lingkungannya. Saya percaya dibutuhkan satu agen yang bertindak dan diikuti oleh yang lain agar perubahan ke arah lebih baik segera terwujud. 

Sumber:
SMAN 11 Bandung