Kamis, 31 Mei 2012

Pelajaran Dari Tragedi Sukhoi Superjet 100

Sukhoi_Superjet_100_aircraft
Sukhoi Superjet 100
Sungguh mengerikan tragedi yang menimpa pesawat Sukhoi Superjet 100 beserta seluruh awak dan penumpangnya 9 Mei lalu. Berita ini menyentak kita semua dan menjadi headline nasional selama bulan Mei ini.

Beberapa stasiun televisi seolah berlomba menyajikan berita terkini dan mengundang para ahli untuk diwawancarai seputar kecelakaan dan seluk beluk dunia penerbangan. Dan saya pun ikut menjadi 'pintar' dengan adanya peristiwa ini.

Tapi yang terutama saya rasakan adalah menjadi semakin aware terhadap kehidupan manusia yang sangat rapuh dan singkat. Bahwa ajal bisa datang kapan saja, dan di mana saja. Siapa yang menyangka Joy Flight yang singkat bisa berujung maut bagi 45 jiwa.

Apakah karena kejadian ini saya jadi takut terbang? Tentu tidak. Hidup terlalu berharga untuk diisi dengan menjadi paranoid. 

Saya menjadi lebih mawas diri dan lebih menghargai setiiap momen "hari ini". Ya, hidup untuk hari ini menjadi semacam prinsip dan kebiasaan baru. Bukan berarti kita makan-minum sepuasnya, dan berfoya-foya. Oh.. no way!

Hidup untuk hari ini membuat saya lebih menghargai waktu. Saya menikmati melakukan hobby beading, melewatkan waktu bersama anak-anakku, bekerja dengan efisien sekaligus ramah terhadap pelanggan di toko dll. Tidak ada lagi waktu yang tersia-siakan, atau tunggu besok untuk dikerjakan.

Saya hidup untuk hari ini dan menghargai setiap orang yang terlibat di dalamnya. Termasuk orang yang saya titipi untuk menemani Hadi selama saya mengerjakan blog ini. Karena saya sangat menyadari tidak akan mungkin keberadaan seorang manusia tanpa ada manusia lain di sekitarnya.

Suka atau tidak, percaya atau tidak kita semua saling terhubung. Antara sesama manusia dan lingkungannya.

Kalau tidak benar maka tidak mungkin tudingan dialamatkan ke pegawai ATC (Air Traffic Controller atau polisi lalu lintas udara) yang salah memberi instruksi kepada pilot sebagai penyebab kecelakaan Sukhoi Superjet 100. Tudingan yang lain bahwa beberapa penumpang tidak mematikan ponsel mereka sebelum lepas landas. Bahkan ada yang menyebutkan faktor cuaca sebagai penyebabnya

Apapun penyebab kecelakan Sukhoi Superjet 100 hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui. Karena meski pesawat Sukhoi di bawah kendali pilot yang sangat berpengalaman tidak membuatnya terhindar dari bencana ini.

Hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini adalah:
  • Menghargai setiap orang yang terlibat dalam kehidupan kita. Termasuk Pramugari / Pramugara  yang mendemokan tentang keselamatan sebelum pesawat take off.
  • Mematuhi dan tertib terhadap peraturan. Untuk yang satu ini kita masih sering kurang disiplin.
  • Yang terpenting adalah menghargai waktu dan kehidupan. Karena hanya itu yang kita miliki selama punya badan jasmani.
Semoga arwah para korban Sukhoi Superjet 100 diterima olehTuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.