Rabu, 16 Mei 2012

My Beading Threads-Fishing Line

Saya mempunyai beberapa jenis beading threads (threads=benang) yang digunakan bergantian. Tergantung jenis project yang akan saya kerjakan.

Masing-masing beading threads punya keunggulan dan kekurangan tersendiri. Dan masing-masing mempunyai kegunaan tersendiri yang tidak bisa dilakukan oleh benang lain.

Jenis yang pertama yaitu benang tasi nylon atau biasa orang menyebutnya benang tasi. Percaya nggak, sebenarnya benang ini persis sama dengan yang digunakan untuk orang memancing ikan. Makanya dalam bahasa Inggris benang ini disebut fishing line atau fishing tackle.

fishing_line_for_beading_thread
 Benamg tasi yang saya gunakan sebagai beading thread

fishing_line_ready_for_beading
Benang tasi diurai dan digulung lagi di penggulungan lain sebelum digunakan.
Yup, benang tasi inilah yang pertama kali saya gunakan sebagai beading threads sebelum saya mengenal jenis lainnya. Alasannya adalah Pertama,  karena sangat kuat dan tidak mudah putus (kecuali Samson atau Hercules yang sengaja menariknya hingga putus). Kedua, karena benangnya transparan dan berukuran sangat halus dan tipis. Ketiga, karena harganya murah banget!

Sekedar info, tidak ada orang yang menyarankan saya memakai benang tasi sebagai beading thread. Menggunakan benang tasi adalah murni hasil analisaku sendiri, yang ketika itu mencari bahan yang kuat, halus, tipis, dan transparan.

Nanti belakangan barulah saya tahu bahwa memang benang tasi umum digunakan sebagai beading threads. Bahkan ada merk FireLine keluaran Beadsmith, yang memang dikhususkan sebagai beading threads. Sayang merk ini belum dijual di Indonesia, karena saya ingin mencoba dan membandingkan keduanya.

Fireline_beadsmith_bead_thread
Benang tasi khusus untuk beading
Saya ingat sekali dulu ketika membeli benang tasi ini harganya cuma Rp 4000 sebungkus isi 10 rol, dan sampai 4 tahun belum habis digunakan. Pemilik toko peralatan nelayan sampai terheran-heran karena saya hanya membeli benang tasi berukuran terkecil (no. 2 dan no.3)  dan menolak membeli ukuran lain yang lebih besar..

Kata sang pemilik toko, "Nanti cuma dapat ikan kecil!". Yah.. kalau saja dia tahu saya vegetarian, dan tasi ini saya gunakan untuk beading, pasti dia tambah bingung. Dan terlihat jelas bahwa dia jarang melayani pelanggan perempuan di toko peralatan pancingnya. Emang ada berapa banyak perempuan yang kamu tahu hobi mancing?

Makanya benang tasi langsung saya borong 2 bungkus, supaya tidak perlu bolak-balik ke toko itu lagi. Dan bertemu dengan sang pemilik toko yang kebingungan dengan pembeli seperti saya.

Besok-besok jika seluruh penduduk dunia sudah bervegetarian, benang tasi akan beralih fungsi menjadi beading thread,  jahit sepatu, tas, baju, bead curtains, beaded chandelier, dll. Pokoknya masih banyak manfaat benang tasi sebagai tujuan damai selain untuk menyakiti bangsa Ikan.

Beaded_Turquoise_Chandelier_Light
Beaded Chandelier

butterfly_beaded_curtain
Butterfly Curtain

iridescent_red_champagne_large_bubbles_curtain
Tasi digunakan untuk Beaded Curtain
Benang tasi sangat cocok digunakan jika menginginkan project tampak rapi tanpa terlihat benangnya. Dan karena ukurannya sangat tipis, saya bisa bolak-balik melakukan reinforcement sampai 3-4 kali, untuk hasil akhir yang lebih kuat. 

Satu-satunya kekurangan yang 'mungkin' ada pada benang tasi adalah mudah kusut, berubah jadi keriting, dan tidak nyaman lagi digunakan, karena sering nyangkut. Kalau sudah seperti itu, biasanya saya ganti dengan yang baru. 

Ya, nggak apa-apalah! Toh harganya murah. Makanya diusahakan jangan membongkar dan mengulang project yang membuat benang sampai kusut.

Berikut saya akan menulis ulasan tentang beading thread yang lain.

Sumber / Sources: