Selasa, 31 Januari 2012

Sekeluarga Berlibur Ke Bali

Akhirnya salah satu cita-citaku sejak lama tercapai juga yaitu: berlibur sekeluarga. Saya belum punya anak ketiga ketika mengidamkan hal ini. Saya tidak mengerti bagaimana 'cara kerja' semesta merespon keinginan berlibur sekeluarga ini. Emang sih saya tidak menyatakan secara jelas tempat tujuan dan jumlah orang yang ikut berlibur

I still couldn't believe it was happening. We were really on family vacation. Saya ingat jelas rasanya seperti DeJavu ketika berjalan di  bandara Ngurah Rai. Saya harus sedikit mencubit pipiku supaya yakin bahwa ini nyata.

Saya tidak menyangka impian tentang liburan sekeluarga bisa berarti liburan keluarga (besar). Karena jumlah kami bisa muat dalam bis besar (seperti bis antar kota)  Makanya hati-hati dengan keinginan yang tidak jelas, seperti yang saya baca dalam buku The Secret

Bagi sebagian orang adalah ide gila dan mustahil, karena berlibur membawa 3 anak, dan salah satunya bayi di bawah 1 tahun. Bahkan suamiku sempat pesimis dan harus diyakinkan  it worths to try.

Karena menurutku kalau tidak sekarang kapan lagi. Keburu anak-anak sudah besar dan tidak lagi tertarik untuk bersama orang tuanya, atau kita sudah bertambah tua dan tidak lagi bertenaga. Saya sangat menyadari the big fact yaitu rejeki itu tidak hanya berupa uang atau kekayaan, tapi juga waktu dan kesehatan.

Saya ingat cerita ada orang kaya yang sedang sekarat, dan ingin menukar seluruh kekayaannya dengan waktu dan kesehatan supaya bisa menikmati hidup sedikit lebih lama. Akhir ceritanya anda pasti sudah tahu. Karena kisah ini sering disampaikan dalam ceramah keagamaan di TV.

Planning sejak November, kami berangkat tanggal 24 Desember hingga 12 hari ke depan. Pertama kami ke Makassar dan dilanjutkan ke Bali (5 hari 4 malam), kemudian melewati Tahun Baru di Makassar. Dan pulang ke Luwuk tanggal 4 Januari.

Posting berikut saya akan menceritakan gimana serunya liburan kami di Bali.