Senin, 26 September 2011

Inspirasi Dari Eat Pray Love

Saya menonton Eat Pray Love yang ditayangkan di HBO baru-baru ini. Saya jadi teringat di tahun 2009 ketika media di Indonesia ramai memberitakan Julia Roberts yang berperan sebagai Liz Gilbert, sang penulis buku Eat Pray Love, yang sedang syuting film ini di Bali.

Saya turut senang Julia Roberts telah membantu mengangkat nama Bali di dunia Internasional, dan lebih senang lagi ketika di berbagai media bahkan ketika diwawancarai di Oprah Show, Julia menyebutkan Bali sebagai surga di dunia.

Eat Pray Love merupakan film yang diangkat dari buku dengan judul yang sama, menceritakan tentang perjalanan spiritual sang penulis Liz Gilbert (diperankan Julia Roberts) untuk mencari jati dirinya.

Liz Gilbert yang merasa tidak puas dalam pernikahannya, dan memilih untuk bercerai. Kemudian pergi melakukan perjalanan untuk mencari makna hidupnya melalui makanan (di Italia), doa dan meditasi (di India), dan mencari keseimbangan hidup (di Bali).

Ketika melakukan wawancara dengan Oprah Winfrey, Liz Gilbert berkata kepada audience bahwa tidak perlu melakukan perjalanan seperti yang dilakukannya. Cukup dengan berhening selama 10 menit setiap hari untuk menghayati 4 pertanyaan penting ini: Siapakah saya? Dari mana asal saya? Ke mana tujuan saya? Kenapa saya berada di sini?

Menurutnya 4 pertanyaan penting ini merupakan cara untuk memulai dialog dengan yang kita sebut Tuhan. Dan dalam keheningan batin Tuhan senatiasa menuntun melalui yang kita sebut Hati Nurani.

Ketika menonton wawancara Liz Gilbert dan Oprah, timbul pertanyaan dalam hati saya; Apa hubungan makanan dengan pencarian jati diri? Dan kenapa harus jauh-jauh ke Italia?

Jawaban yang bisa saya tangkap dari wawancara itu adalah karena Liz Gilbert sangat ingin belajar bahasa Italia, sekaligus merasakan nikmatnya kuliner Italia di negara asalnya.

Sebagian besar wanita Amerika sudah dibombardir dengan pemahaman bahwa karbohidrat adalah musuh bagi yang ingin menjaga berat badan. Dan untuk pertama kali dalam hidupnya Liz ingin merasakan nikmatnya karbohidrat (Spaghetti dan Pizza) tanpa merasa bersalah.

Ini dia kutipan dialog Liz Gilbert (yang diperankan Julia Roberts) tentang makanan: "I've lost my appetite to food since I was 15.

Saya tidak bisa mengatakan setuju atau tidak tentang Let yourself go (dalam hal ini makan pasta dan pizza sepuasnya) dan akhirnya kebablasan, sehingga harus membeli celana jins yang lebih besar.

Tapi saya bisa memahami kondisi jiwa Liz Gilbert saat itu, yang diperankan sangat baik oleh Julia Roberts, ketika wanita sangat sedih dan stres biasanya menjadikan makanan sebagai tempat pelarian yang baik.

Pengalaman pribadi saya ketika merasa stres atau lelah adalah menghabiskan satu batang coklat sendirian, dan masih terasa kurang. Ini bukti bahwa karbohidrat punya efek relaks di otak. Dan sayangnya banyak ahli nutrisi di Amerika justru menyarankan untuk menghilangkannya dari makanan sehari-hari.

Bahkan Oprah pernah mengatakan;"You'll go nuts without carbs". So  saya setuju makan karbohidrat dalam jumlah cukup, sebaiknya diimbangi dengan sayuran dan protein. Hal ini pun sejalan dengan anjuran Dr.Oz

Lalu ada apa dengan praying (berdoa)? Kebanyakan dari kita bahkan saya sendiri bisa lupa berdoa kepada Tuhan. Mestinya tidak perlu bertele-tele, cukup ketika buka mata di pagi hari, katakan dengan tulus kepada Tuhan; :"Terima Kasih".

Saya sendiri masih harus membiasakan diri dengan rutinitas ini. Ada kalanya saya lupa bahwa Tuhan hadir dalam diriku, dan tidak perlu jauh-jauh mencariNya. Seperti Liz Gilbert yang mencari Tuhan melalui ritual doa dan meditasi di India.

Setiap manusia ketika mencapai titik terendah dalam hidupnya,  ketika tidak punya tempat untuk meminta bantuan, tidak ada teman sebagai tempat mengadu, bahkan menyadarti masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan semua harta yang dimiliki. Pada saat itu manusia akan datang pada Tuhan dan memohon bimbingannya.

Seperti itulah momen yang saya tangkap ketika Liz Gilbert yang sangat putus asa, pasrah dan mencoba berhubungan dengan Tuhan pertama kali. Bahkan dialog dengan Tuhan pun terasa aneh; "Hello God It's me Liz" .

Saya bahkan menangkap dialog Ketut Liyer dengan Liz Gilbert ; "How's your relationship with God?" Betapa manusia memang perlu membangun hubungan yang baik dengan sang Pencipta.

Film dan buku ini bisa menimbulkan pro dan kontra tergantung dari sisi mana anda melihatnya. Dari film itu saya mendapat gambaran visual yang mendalam, tentang bagaimana seorang wanita mengalami penderitaan batin, sehingga harus berjuang untuk menemukan makna hidup dan meraih kebahagiaannya.

Berkat film Eat Pray Love saya terinspirasi untuk lebih banyak menggali sisi spiritual, supaya bisa terus mendapat bimbingan dari Tuhan dan menemukan makna hidupku.

Saya tidak tertarik mengikuti jejak Liz Gilbert untuk pergi ke Italia untuk makan Spaghetti dan Pizza sepuasnya. Terutama karena saya vegetarian sejak lama, dan saat ini kondisi kejiwaanku dalam keadaan stabil, dalam arti saya tidak akan makan yang banyak untuk melampiaskan emosiku.

Sedangkan untuk urusan percintaan, so far so good. Hubungan saya dan suami masih harmonis, apalagi kami baru dikaruniai anak ketiga. Bagaimana dengan anda, inspirasi apa yang anda dapat dari film Eat Pray Love? Silahkan berbagi di kotak komentar!

Sumber :
http://iwandahnial.wordpress.com/2009/10/30/julia-roberts-syuting-film-di-bali/
http://www.oprah.com/oprahshow/Julia-Roberts-Stars-in-Eat-Pray-Love/
http://www.oprah.com/relationships/Eat-Pray-Love-Author-Elizabeth-Gilbert-On-Committed
http://www.oprah.com/spirit/Eat-Pray-Love-and-Oprahs-Book-Club-Announcement_1
http://www.oprah.com/spirit/Spiritual-Journeys-Inspired-by-Eat-Pray-Love