Jumat, 30 September 2011

Inspirasi Dari Akio Morita

Saya sedang berselancar di Internet untuk mencari biografi wirausahawan sukses yang sedang saya incar, yaitu Bob Sadino. Karena beliau begitu sering muncul di TV, dan juga seorang wirausahawan sukses asal Indonesia yang masih hidup, sehingga sering dijadikan narasumber untuk para generasi muda.

Akhirnya saya menemukan artikel yang detil tentang Bob Sadino. Saya lalu membacanya dan berharap bisa terinspirasi oleh beliau.

Kemudian saya scroll dan menemukan artikel dengan tokoh-tokoh wirausahawan terkenal lainnya. Salah satu yang menarik adalah Akio Morita, pendiri Sony Corporation.

Sejak lama saya selalu kagum pada Akio Morita karena memiliki visi yang jauh ke depan. Siapa yang menyangka lebih 50 tahun kemudian merk Sony begitu dikenal di seluruh dunia dan menjadi jaminan mutu untuk berbagai produk elektronik, seperti: handphone, TV, handycam, kamera, notebook, dll.

Di tahun 1958 Sony Corporation yang ketika itu masih bernama Tokyo Tsushin Kogyo (TTK). Akio Morita dan partnernya Masaru Ibuka memutuskan untuk mengganti branding name menjadi "Sony", karena berencana memasarkan produk mereka hingga ke luar Jepang.

Nama "Sony" dipilih karena simple, mudah diingat, mudah diucapkan dan dibaca dalam bahasa APAPUN. Sungguh langkah yang cerdas, karena saya tidak bisa bayangkan apa jadinya produk mereka jika dipasarkan di Amerika dan Eropa, dan masih menggunakan nama Jepang yang susah diucapkan.

Evolusi Logo Sony dari tahun 1955-1973
Sama halnya dengan branding image yang telah mereka gunakan selama ini dirancang dengan sangat cermat. Bagi kedua founder branding image atau logo ibarat produk yang mereka hasilkan dan diperkenalkan kepada pelanggan. Dan terbukti secara ilmiah bahwa image (gambar) lebih melekat kuat dalam otak manusia.

Strategi pemilihan branding name dan branding image dari Sony Corporation terbukti berhasil, dan dijadikan acuan bagi banyak brand lainnya di masa kini.


Beberapa Brand dunia yang sudah terkenal

Dan saya pribadi telah terinspirasi oleh Akio Morita untuk memilih branding name yang simpel untuk nama domain yang saya gunakan untuk blog ini, dan beberapa situs milikku lainnya yang akan menyusul.

Saya juga menerapkan strategi Akio Morita ketika memilih nama bagi anak-anakku. Hanya saja strategi ini lebih disempurnakan, karena saya menambahkan opsi selain mudah diucapkan dan dibaca dalam bahasa APAPUN, dan ketika ditulis pun hasilnya tidak akan jauh berbeda tanpa banyak variasi.

Hal ini untuk mencegah berbagai kesalahan yang mungkin terjadi. Karena di Indonesia pencatatan dan penerbitan dokumen masih simpang siur dan sering terjadi salah ketik. Pernah terjadi kasus yang menggelikan akibat nama yang salah ketik di akte kelahiran, dan terus terbawa ketika mengurus SIM, KTP, dan ijazah sarjana.

Bahkan pernah ada kejadian di sebuah apotik yang meracik obat untuk dua pasien dengan nama yang mirip, yaitu Hendri dan Hendry. Anda bisa tebak kekacauan seperti apa yang terjadi saat itu.

Bagaimana menurut anda kasus nama Sony vs Sony Corp yang pernah mencuat di Indonesia. Dan saya tidak habis pikir kenapa banyak orang Indonesia yang memilih nama "Sony", bahkan dengan berbagai variasi seperti; Soni, Sonni, Sonny, bahkan Sonnie. Weleh.. weleh... apa tidak ada nama lain yang lebih bagus?

Bagaimana menurut anda pilihan nama anak saya; Hadi. Bagi beberapa orang nama yang kami pilih kurang keren, mereka beranggapan nama yang kebarat-baratan akan lebih bagus. Tapi saya tetap kukuh pada pendirianku. Bahkan saya sudah perhitungkan kalau ditulis hanya akan ada dua variasi; Hadi atau Hady. Saya tidak bisa membayangkan ada variasi yang ketiga yang lebih konyol yaitu; Haddy.

Mungkin solusi amannya adalah ke mana-mana kita harus mengeja nama, atau membantu menuliskannya untuk mencegah terjadinya berbagai kesalahan seperti di atas.