Sabtu, 10 September 2011

Big Brother's Love

Susah untuk melukiskan betapa bahagianya melihat anak-anakku rukun. Apalagi melihat anakku yang tertua mau berbagi mainan dengan adiknya.

Hadi dan kokonya Henry bermain Pattern Puzzle
Saya sampai terharu melihat kakaknya membelai-belai dan memeluk adiknya, apalagi menyebutnya; "Sayangku Adik Bayi", karena mengingat anakku yang tertua mengalami keterlambatan bicara, sehingga perlu ditangani dengan terapi khusus.

Itulah salah satu alasan kami menunda kehamilan yang ketiga karena khawatir bagaimana membagi perhatian kepada anak-anak, terutama kepada anak tertuaku. Tapi saya bersyukur Tuhan telah memelihara keluarga kami, sehingga bisa tabah dan tegar melewati berbagai tantangan.

Saya berharap Hadi bisa belajar mencintai dan menghormati kedua kakaknya. Saya terus berdoa semoga bisa melihat anak-anakku rukun, saling menyayangi, dan menghormati hingga mereka dewasa.

Mungkin inilah kebanggaan terbesar orangtua. Karena kebanggaan seperti ini sungguh tak ternilai.