Kamis, 07 Juli 2011

Merindukan Kota Luwuk Yang Bersih 2

Saya sangat menyayangkan tampilan kota Luwuk yang sangat semrawut belakangan ini. Terutama trotoarnya yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibat motor yang diparkir di situ, juga ada pot bunga dan tong sampah yang diletakkan berdekatan sehingga membuat trotoar jadi sempit.

Rupanya dinas kebersihan dan dinas pertamanan kota harus bekerja bersinergi, bukannya membuat trotoar menjadi sempit, sehingga tidak nyaman dijadikan tempat berjalan. Sehingga para pejalan kaki lebih suka turun ke jalan, membuat rentan disambar kendaraan yang lewat.

Belum lagi setiap kali hujan pasti banjir, dan banjir itu membawa sampah dari gunung. Kenapa warga Luwuk tidak belajar membuang sampah yang benar, sehingga selokan berfunsi dengan baik yaitu menampung air hujan, bukannya sebagai tempat sampah.

Kalau saya boleh memberi saran, saya meminta dibuatkan perda yang melarang parkir di trotoar, dan beri sanksi yang berat jika ada yang melanggar. 

Mengenai pot bunga di trotoar mestinya dihilangkan saja, karena bertengangan fungsinya dengan tong sampah di sebelahnya.

Pemerintah daerah harus sosialisasikan pada warga mengenai buang sampah yang benar, sekaligus menyediakan tempat yang layak.

Saya hanya Ibu Rumah Tangga biasa yang merasa resah melihat segala kesemrawutan ini. Sama resahnya dan jengkel jika rumahku berantakan, karena penghuni rumah yang lain tidak disiplin.

Melalui blog ini saya berharap semoga mendapat perhatian dari pemerintah dan warga setempat.