Jumat, 29 Juli 2011

Krisis Tenaga Kerja Handal 9

Posting hari ini adalah pengalaman dari beberapa orang yang pernah menggunakan jasa babysitter (saya tidak akan menyebutkan dari kota asal dan yayasan mana). Mungkin ada yang sudah sering kita dengar, mungkin juga belum. Tapi jadikan ini sebagai cermin, bahwa kita semua manusia yang punya kekhilafan.

Ketika saya masih menggunakan pengasuh anak, ada yang bertanya apakah anak saya tidur bersama pengasuhnya? Saya punya kebijakan keras soal ini, anakku harus tidur bersama saya dan suami, sedangkan pengasuh hanya berfungsi dari pagi hingga sore (ketika saya sibuk dengan rutinitas lainnya).

Ada yang mengatakan saya bodoh karena katanya pengasuh bisa enak tidur di malam hari sedangkan saya tidak. Tapi menurut saya, yang saya lakukan adalah tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anak.

Sedangkan di pihak lain ada yang membenarkan sikap saya, karena kata teman saya; pengasuh sekarang banyak yang tidak beres, karena mereka sudah berbekal obat tidur, yang bisa sesuka hati diberikan kepada anak majikan, karena tidak ingin terusik dengan kerewelan anak asuhnya. Saya yang mendengar ini merasa kasihan sekaligus prihatin.

Pertama cerita seperti ini sering saya dengar, meski belum pernah saya alami sendiri (syukurlah). Kedua; hal ini tak perlu terjadi jika sebagai orang tua tidak lepas kontrol dan mempercayakan begitu saja anaknya kepada orang lain.

Belum lagi ada yang bercerita bahwa pengasuh bersikap kasar terhadap anak asuhnya, sehingga orang tua / majikan perlu memasang kamera pengintai. Dan memang ada video yang memperlihatkan kebenaran cerita teman saya.

Ada cerita tentang anak dan pengasuh ditinggal pengasuh seharian di rumah, karena kedua orang tua bekerja di kantor (kasus ini terjadi di kota besar), lalu anak majikan disewakan sebagai pengemis di lampu merah. Suatu hari kedapatan oleh sang majikan, karena mendadak pulang ke rumah, dan tidak menemukan anak maupun pengasuhnya.

Belum lagi cerita miring tentang anak majikan yang tertidur pulas di lantai sambil mengisap jempol kaki pengasuhnya, sementara pengasuhnya duduk di atas sofa sambil asyik nonton sinetron.

Lalu ada cerita pengasuh anak yang berpacaran dengan pria beristri yang bekerja sebagai satpam di kompleks perumahan tempat tinggal mereka. Lalu sepakat kabur berdua dengan memanfaatkan hak cuti selama satu hari yang diberikan majikan.

Malah ada lagi cerita sang majikan pulang ke rumah dari pesta yang mereka hadiri, dan mendapati pengasuh anaknya melakukan adegan orang dewasa dengan pacarnya di kamar tidur majikannya. Sementara anak asuhnya sedang asyik nonton film kartun di kamar sebelah, tanpa tahu apa yang terjadi.

Posting hari ini bukan untuk kita menyalahkan orang lain dalam hal ini orang yang bekerja sebagai pengasuh atau Pembantu rumah tangga, tentang betapa tidak bermoralnya mereka. Lalu kita cuma berkomentar "Tuh, kan apa kubilang!".

Setiap orang yang pernah menggunakan tenaga pengasuh anak pasti punya cerita uniknya masing-masing. Saya pun punya ceritaku sendiri, tapi saya simpan untuk jadi cermin bahwa kami semua hanyalah manusia yang punya kekhilafan dan kelemahan masing-masing.