Sabtu, 23 Juli 2011

Krisis Tenaga Kerja Handal 6

Wow tidak terasa saya sudah membahas tentang krisis tenaga kerja handal sampai episode 6 (emangnya sinetron). Padahal tadinya cuma bermaksud mengeluarkan uneg-uneg tentang susahnya dapat asisiten yang handal di Luwuk ini (saking seringnya dapat yang kualitas abal-abal). Dan saya tidak menjamin ini akan menjadi episode yang terakhir.

Give more value to every job you do. Ini adalah Thought For Today yang saya dapatkan dari Oprah.com. Kutipan ini sejalan dengan pengalaman saya sehari-hari.

 Untuk pekerjaan saya sebagai Ibu Rumah Tangga, saya memastikan untuk dilakukan dengan sebaik-baiknya. Saya tidak ingin anak saya datang ke sekolah dalam keadaan jorok karena telinganya tidak dibersihkan, berbicara dengan tata bahasa yang buruk (akibat meniru dari teman atau TV), dan lalai mengerjakan PR.

Ketika bekerja di dapur saya memastikan makanan disajikan dalam keadaan higienis dan gizinya seimbang, pada akhirnya akan berdampak yang baik pada kesehatan keluarga. Peralatan masak di dapur harus tertata dengan rapi supaya tetap bersih pada saat digunakan, dan tahan lama.

 Ketika melayani pembeli di toko saya akan melayani kebutuhan para pembeli dengan ramah dan cepat. Dan juga memperhatikan kesejahteraan para karyawan, yang pada akhirnya akan berakibat pada kinerja karyawan tersebut.

Memberi nilai lebih (value) pada segala hal yang kita kerjakan memang tidak mudah. Di mulai dengan mengubah pola pikir (mindset) secara terus menerus hingga menjadi kebiasaan.

Sejalan dengan yang diajarkan Pak Mario Teguh tentang memantaskan diri kita untuk mencapai cita-cita mulia. Saya juga terus belajar hal-hal yang perlu untuk menjadi Blogger profesional, daripada sekedar menuliskan posting yang biasa-biasa saja.

Di posting sebelumnya saya menuliskan tentang mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati sehingga akan memancarkan energi positif bagi orang lain di sekitarnya, dan energi positif itu dengan sendirinya akan mempengaruhi kehidupan kita . Hal ini pun sejalan dengan kepercayaan saya sebagai umat Budha yaitu menanam karma bajik, untuk menuai karma bajik.

Jika seorang penjual buah di pasar yang menjual buah karbitan, akan berakibat saya tidak akan kembali berbelanja di tempatnya. Dan pada akhirnya penjual buah ini akan akan dikenal bereputasi buruk.

Jika sampai sekarang saya tidak mempunyai asisten yang handal, mungkin karena saya tidak cukup menanam karma bajik. So saya sendiri masih harus berjuang membenahi diri dan membiarkan semesta bekerja secara alami.